Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

KISAH HOROR PENUMPANG OJEK: OJEK MUNDUR, TERNYATA PENGENDARANYA POCONG

Gambar
  OJEK MUNDUR KE LIANG LAHAD BAB 1 – Sisa Keramaian yang Hilang Suara adzan Isya sudah lama berlalu, menyisakan kesunyian yang ganjil di pelataran pasar desa yang biasanya tak pernah tidur. Lampu-lampu neon di warung pinggir jalan berkedip-kedip tidak stabil, seolah sedang berjuang melawan kegelapan yang perlahan menelan segalanya. Satu per satu, para pedagang mulai menarik pintu besi toko mereka dengan suara berisik yang memuakkan, srek... srek... brak! , sebuah tanda bahwa kehidupan di sana telah berakhir untuk hari ini. Marni berdiri di pinggir jalan aspal yang mulai mendingin. Tangannya yang sedikit kasar karena terlalu banyak mencuci piring mencengkeram erat kantong belanjaan berisi sayuran sisa jualan dan tas kain berisi uang arisan. Napasnya terlihat sedikit beruap di bawah cahaya lampu jalan yang kuning pucat. "Duh, Gusti... jam segini kok belum ada angkot lewat," gumamnya gelisah. Pikiran Marni melayang pada perdebatan kecil di lantai dua pasar tadi. Arisan pedagang ...

KISAH HOROR PENJUAL BAKSO KELILING: BORONGAN MAUT DI JALAN BAMBU

Gambar
  BORONGAN MAUT DI JALAN BAMBU BAB 1 – Pilihan di Persimpangan Senja itu tidak merah seperti biasanya. Langit justru berwarna kelabu kotor, seperti jelaga yang menyelimuti cakrawala. Pak Paijo berdiri mematung di pinggir jalan desa, tangannya yang kasar dan penuh kapalan memegang erat besi pendorong gerobak baksonya. Ia menyeka keringat yang bercampur debu di dahinya dengan handuk kecil yang sudah berubah warna menjadi kecokelatan. "Sepi sekali hari ini," gumamnya lirih. Suaranya hilang ditelan angin yang berhembus cukup kencang, membawa aroma tanah kering dan sisa pembakaran sampah. Sejak tadi sore, baru tiga mangkuk yang terjual. Padahal, di rumah yang nyaris reyot itu, ada istrinya, Surti, yang sedang menunggu dengan napas yang makin hari makin pendek. Penyakit paru-parunya butuh obat, dan botol sirup bening di atas meja rias mereka sudah kosong sejak kemarin. Pak Paijo menunduk, menatap roda gerobaknya yang mulai oleng. Ia sampai pada sebuah persimpangan yang selalu ia hi...