KISAH HOROR PENUMPANG OJEK: OJEK MUNDUR, TERNYATA PENGENDARANYA POCONG
OJEK MUNDUR KE LIANG LAHAD BAB 1 – Sisa Keramaian yang Hilang Suara adzan Isya sudah lama berlalu, menyisakan kesunyian yang ganjil di pelataran pasar desa yang biasanya tak pernah tidur. Lampu-lampu neon di warung pinggir jalan berkedip-kedip tidak stabil, seolah sedang berjuang melawan kegelapan yang perlahan menelan segalanya. Satu per satu, para pedagang mulai menarik pintu besi toko mereka dengan suara berisik yang memuakkan, srek... srek... brak! , sebuah tanda bahwa kehidupan di sana telah berakhir untuk hari ini. Marni berdiri di pinggir jalan aspal yang mulai mendingin. Tangannya yang sedikit kasar karena terlalu banyak mencuci piring mencengkeram erat kantong belanjaan berisi sayuran sisa jualan dan tas kain berisi uang arisan. Napasnya terlihat sedikit beruap di bawah cahaya lampu jalan yang kuning pucat. "Duh, Gusti... jam segini kok belum ada angkot lewat," gumamnya gelisah. Pikiran Marni melayang pada perdebatan kecil di lantai dua pasar tadi. Arisan pedagang ...